Seputarkarawang.com - Karawang, KARAWANG – Di tengah anjloknya harga gabah akibat dampak banjir, muncul perkembangan positif terkait upaya penyerapan Gabah Kering Panen (GKP) petani agar dapat terjual sesuai Harga Pembelian Pemerintah (HPP). Berdasarkan informasi terbaru, penyerapan gabah oleh Perum Bulog akan ditindaklanjuti setelah data petani diterima secara lengkap.
Dalam tindak lanjut permohonan penyerapan GKP, Bulog meminta data awal petani atau kelompok tani sebagai syarat proses lanjutan. Data yang dibutuhkan meliputi:
Nama Petani/Poktan/Gapoktan
Nomor HP yang aktif dan dapat dihubungi
Kuantum GKP (tonase)
Desa dan Kecamatan
Nama dan Nomor HP PPL
Nama dan Nomor HP Babinsa
Titik penjemputan gabah (share lokasi)
Sebagai informasi, sesuai usulan dalam Instruksi Presiden, Harga Pembelian Pemerintah ditetapkan sebesar Rp6.500 per kilogram untuk GKP, dengan ketentuan gabah telah memasuki usia panen, tidak tercampur benda asing, serta memiliki penampakan butir gabah yang bersih, tanpa membedakan kualitas.
Informasi ini dinilai menjadi angin segar bagi petani, khususnya yang sebelumnya mengeluhkan harga gabah hanya ditawar di kisaran Rp3.000–Rp3.500 per kilogram pasca banjir.
Mumun, anggota DPRD Kabupaten Karawang dari PKS Dapil 2 yang tergabung dalam Komisi II, menyampaikan bahwa telah ada kesepakatan antara Bulog dan Pemerintah Daerah terkait langkah penanganan harga gabah petani. Meski demikian, kesepakatan tersebut masih perlu konfirmasi lanjutan agar implementasinya dapat segera berjalan di lapangan.ujar nya..
Apabila telah dinyatakan final, tahapan berikutnya adalah pendataan petani yang siap panen, sehingga mereka dapat memperoleh harga beli gabah yang wajar sesuai HPP.
Selain penyerapan gabah, untuk klaim sawah terdampak banjir, petani diinformasikan perlu menyiapkan KTP, Kartu Keluarga, dan nomor rekening, yang selanjutnya akan melalui proses verifikasi oleh PT Jasindo.
Bagi petani yang ingin menjual padi ke Bulog, saat ini telah disediakan call center Bulog di nomor 0851-7828-6688 untuk memperoleh informasi dan koordinasi lebih lanjut.
Petani berharap langkah ini dapat segera direalisasikan secara nyata, sehingga mampu menahan kejatuhan harga gabah dan memberikan kepastian usaha tani, terutama di daerah yang terdampak bencana banjir.