أحدث الأخبار
• ⚽ تنتهي رسميًا بطولة West Java League الخاصة 2026 PSSI Karawang Regency، ويظهر المئات من المواهب الشابة في Karawang قدراتهم • سكان بينغل يسلطون الضوء على قضايا الفيضانات والمرافق العامة قبل انتخابات قرية كاراوانغ لعام 2026 • مزارعو جيل الألفية في كاراوانغ يطورون زراعة البطيخ الذكية، بهدف أن يصبحوا سلعة تصدير رائدة • شرعي! انتخاب بلال أكبر رئيسًا جديدًا لـ FMI Karawang • شرعي! تم انتخاب الرئيس السابق لـ FMI Karawang، فبراير رمضان، رسميًا رئيسًا لـ PD FMI West Java • ⚽ تنتهي رسميًا بطولة West Java League الخاصة 2026 PSSI Karawang Regency، ويظهر المئات من المواهب الشابة في Karawang قدراتهم • سكان بينغل يسلطون الضوء على قضايا الفيضانات والمرافق العامة قبل انتخابات قرية كاراوانغ لعام 2026 • مزارعو جيل الألفية في كاراوانغ يطورون زراعة البطيخ الذكية، بهدف أن يصبحوا سلعة تصدير رائدة • شرعي! انتخاب بلال أكبر رئيسًا جديدًا لـ FMI Karawang • شرعي! تم انتخاب الرئيس السابق لـ FMI Karawang، فبراير رمضان، رسميًا رئيسًا لـ PD FMI West Java
BERITA

Pecah Tangis di Aula Husni Hamid: Penantian 40 Tahun Tukang Becak Bertemu 'Orang Nomor Satu' di Karawang Akhirnya Terwujud!

Redaksi - Wawan Helyawan
17 Mar 2026 2 دقائق للقراءة
Foto: istimewa

Seputarkarawang.com - Karawang, Dinding Aula Husni Hamid menjadi saksi bisu momen penuh emosional yang terjadi pada Senin (16/3/2026). Ratusan pejuang nafkah jalanan, mulai dari pengayuh becak hingga penjaga perlintasan kereta api, diundang khusus oleh Bupati Karawang, Aep Syaepuloh, dan Wakil Bupati Maslani. Agenda ini bukan sekadar pertemuan formal biasa, melainkan sebuah ruang bagi pemerintah untuk memuliakan mereka yang selama ini berjuang di garis depan keselamatan dan transportasi publik dengan membagikan paket sembako, beras, hingga uang tunai (THR).

ADVERTISEMENT

Kejutan luar biasa dirasakan oleh Naman (65), seorang veteran pengayuh becak yang sudah puluhan tahun mencari rezeki di aspal Karawang. Dengan suara bergetar, ia mengisahkan bahwa selama empat dekade memeras keringat, baru kali ini ia diperbolehkan masuk ke dalam megahnya gedung pemerintahan. Naman mengaku sempat tak percaya dirinya bisa duduk sejajar dan bertatap muka langsung dengan Bupati. Baginya, bingkisan beras yang ia dekap erat bukan sekadar bantuan pangan, melainkan bentuk pengakuan berharga atas profesi kecil yang ia jalani.

ADVERTISEMENT
Foto: istimewa

Pemandangan menarik terlihat saat Bupati Aep Syaepuloh memilih untuk menanggalkan sekat protokol dengan berjalan kaki menyusuri kursi para tamu. Satu per satu bingkisan dan santunan ia serahkan langsung ke tangan para penerima dengan iringan senyum serta jabat tangan erat. Di sela-sela pembagian bantuan, Bupati tampak asyik berbincang hangat, menyimak tawa hingga keluh kesah para pengayuh becak. Interaksi tanpa batas ini mempertegas komitmen Pemkab Karawang dalam merangkul masyarakat kecil yang selama ini jarang tersentuh perhatian birokrasi.

ADVERTISEMENT

Dalam kesempatan tersebut, Bupati Aep mengungkapkan bahwa kebahagiaan sejati pemerintah adalah saat bisa berbagi langsung dengan 400 sosok tangguh, termasuk para yatim piatu. Ia menegaskan bahwa kebijakan Pemerintah Kabupaten Karawang ke depan akan terus difokuskan untuk menjangkau lapisan masyarakat yang paling rentan dan sering terlupakan. Melalui sinergi ini, diharapkan tidak ada lagi warga yang merasa berjuang sendirian di jalanan, karena pemerintah daerah berkomitmen untuk hadir sebagai pelindung sekaligus saudara bagi rakyatnya.

Komentar (0)

Belum ada komentar. Berikan pendapat Anda!

ADVERTISEMENT
Tulis Komentar