BERITA

Budiwanto Dorong Kesejahteraan Petani Lewat Pupuk Subsidi dan Pertanian Adaptif

Redaksi - Admin
29 Jan 2026 2 分钟阅读
Foto: Istimewa

Seputarkarawang.com - Karawang, KARAWANG – DPRD Provinsi Jawa Barat memberikan perhatian serius terhadap upaya penguatan sektor pertanian sebagai pilar ketahanan pangan dan kesejahteraan masyarakat. Anggota Komisi II DPRD Jawa Barat dari Fraksi PKS, H. Budiwanto, S.Si., M.M., menegaskan bahwa dukungan sarana produksi pertanian harus berjalan seiring dengan peningkatan kesejahteraan petani dan penerapan pertanian berkelanjutan.

ADVERTISEMENT

Menurut Budiwanto, kebijakan peningkatan alokasi pupuk subsidi hingga 9,5 juta ton yang disertai dengan penurunan harga sekitar 20 persen merupakan langkah strategis untuk menekan biaya produksi petani. Kebijakan tersebut diharapkan mampu meningkatkan semangat petani dalam mengelola lahan serta menjaga produktivitas pangan nasional.

ADVERTISEMENT

“Petani tidak boleh terus dibebani biaya produksi yang tinggi. Dengan pupuk subsidi yang cukup dan harga yang lebih terjangkau, petani bisa lebih fokus meningkatkan hasil panen,” ujar Budiwanto.

ADVERTISEMENT

Selain pupuk subsidi, pemerintah juga menetapkan kebijakan menjaga harga gabah di tingkat petani tetap stabil di kisaran Rp6.500 per kilogram. Menurutnya, kepastian harga merupakan bentuk perlindungan nyata agar petani tidak mengalami kerugian, terutama saat musim panen raya.

ADVERTISEMENT

“Stabilitas harga gabah adalah kunci motivasi produksi. Ketika petani merasa dihargai, mereka akan lebih percaya diri untuk menanam dan meningkatkan kualitas hasil panen,” tambahnya.

ADVERTISEMENT

Lebih lanjut, Budiwanto menekankan pentingnya penerapan pertanian berkelanjutan dan adaptif dalam menghadapi tantangan perubahan iklim. Ia mendorong penggunaan praktik pertanian ramah lingkungan, pengelolaan sumber daya air yang efisien, serta pemanfaatan inovasi dan teknologi pertanian.

“Perubahan iklim adalah realitas yang harus dihadapi. Solusinya bukan mundur, tetapi beradaptasi melalui teknologi, manajemen air yang baik, dan pola tanam yang ramah lingkungan,” jelasnya.

Ia juga mengajak para petani untuk mulai terbuka terhadap inovasi, seperti penggunaan pupuk organik, sistem irigasi hemat air, hingga pemanfaatan teknologi pertanian berbasis data. Dengan langkah tersebut, sektor pertanian diharapkan tidak hanya produktif, tetapi juga berkelanjutan untuk generasi mendatang.

“Pertanian harus menjadi sektor yang menjanjikan, menyejahterakan petani, sekaligus menjaga kelestarian lingkungan. Inilah arah pembangunan pertanian yang terus kami dorong di Jawa Barat,” pungkas Budiwanto.

ADVERTISEMENT
Komentar (0)

Belum ada komentar. Berikan pendapat Anda!

ADVERTISEMENT
Tulis Komentar